Tampilkan postingan dengan label LIPUTAN KEGIATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIPUTAN KEGIATAN. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 September 2011

Jumat, 27 Mei 2011

Kamp Pemuda 2011 Gabungan GPBB Bukit Batok Singapura-GKI Taman Cibunut Bandung

Halo teman-teman... masih demam FB nih jadi blog tidak terurus hehehe... Sebtu-Senin 14-16 Mei 2011 yang lalu pemuda GKI Taman Cibunut gabung bareng pemuda GPBB Bukit Batok Singapura untuk mengadakan kamp "Daniel Sent to Stand and Shine" di Wisma Shalom, Lembang. Acaranya seru-seru dan menginspirasi kami yang muda ini untuk belajar dan mau jadi Daniel-Daniel muda yang dipakai Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Kami belajar untuk jadi Daniel muda yang punya integritas dalam pekerjaan,
kami belajar untuk jadi Daniel muda yang punya pandangan hidup sesuai dengan maunya Tuhan,
dan kami belajar untuk mempraktekkan semua pengetahuan rohani yang kami dapat dalam kehidupan sehari-hari.

Intip foto-foto dan video seru kami pas di kamp itu dalam fanpage FB ini:
http://www.facebook.com/home.php#!/pages/Kamp-Pemuda-2011-Gabungan-GPBB-dan-GKI-Taman-Cibunut-Bandung/105608672833571

Sabtu, 25 Desember 2010

SELAMAT HARI NATAL!


Selamat hari Natal semua! Selamat berlibur!

Kiranya pesan Natal di dalam perayaan Natal Remaja Pemuda 18 Desember lalu masih kita pegang untuk menjalani akhir tahun 2010 dan menuju 2011 nanti...yaitu menjadi pemuda yang tidak hanya BERPIKIR dan BERKOMITMEN untuk berubah, namun sekaligus MELAKUKAN perubahan (HEAD, HEART, AND HAND) untuk memperbaiki relasi dengan Tuhan, sesama, dan alam. Percayalah Tuhan akan memampukan, karena Dia pun pernah merasakannya pada saat menjadi Anak Manusia, dan Dia bisa!

"Be recycled, be different, and change our world!"
Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Sabtu, 07 Agustus 2010

KPI


Kebaktian Penyegaran Iman yang dilaksanakan pada Minggu pertama setiap bulan ini tak lain merupakan kebaktian Umum 3 yang dipoles sedemikian rupa oleh kerjasama antara U1 MJ, KM, KK, dan tentu saja KP. Liturgi yang digunakan sebenarnya sama dengan liturgi kebaktian umum seperti biasa. Bagian yang kami sentuh adalah pada sisi lagu-lagu yang dinyanyikan, gubahan musik pengiring, hadirnya seorang Liturgos yang memandu jemaat dalam ibadah, serta mungkin persembahan pujian dari VG atau Choir Cibunut bahkan dari Gereja lain. Namun bila pada Minggu yang bersangkutan diadakan liturgi khusus, seperti Perjamuan Kudus, Minggu Advent, Pra-Paskah, atau lainnya, KPI ini akan ditiadakan dan ibadah akan mengikuti liturgi yang telah ditetapkan.

KP sangat berharap dengan dilaksanakan KPI ini, semakin banyak jiwa muda yang terpanggil untuk datang ke kebaktian Minggu dan dapat menikmati hadirat Tuhan sehingga imannya disegarkan kembali. Selain itu, persekutuan di antara pemuda pun diharapkan dapat semakin akrab dan lebih memperhatikan satu sama lain. Lalu mengapa tidak diadakan kebaktian terpisah khusus bagi pemuda? Hmm... bukan ‘tidak’, tetapi ‘belum’. Saat ini masih dirasakan beberapa kendala, seperti kekurangan SDM, mencari waktu yang tepat, dsb. Karena itu sangat dimohon dukungan dari jemaat sekalian, baik dalam doa, ide, maupun tenaga untuk mendukung KP melaksanakan kebaktian Minggu yang lebih baik.


Foto: Kevin (Ketua KP GKI TC) dan Yugo (Ketua KP GPIB Bethel) pada KPI Minggu, 2 Mei 2010

YOUTH WITH OTHERS: Why Football?


Pada hari Minggu 6 Juni 2010 yang lalu, demam piala dunia mulai merebak di gereja kita. Sebuah tim yang bergerak dalam kegiatan sepak bola berbagi cerita kepada para pemuda di Cibunut mengenai sepak bola yang bisa mengubah dunia. Acara ini dihadiri juga oleh pemuda GPIB Maranatha dan GPIB Bethel (sayangnya tim sepak bola Cibunut malah gak dateng…kamarana yeuh??). Olah raga selama ini sering menjadi alat pemersatu bagi berbagai pihak yang bertikai, bahkan orang yang tidak kenal satu sama lain pun bisa saling kenal dan suportif cuma gara-gara mendukung sebuah tim yang sama. Di Afrika Selatan, perlambang kuatnya apartheid semakin luntur sejak Nelson Mandela menggunakan seragam kapten tim rugby Afrika Selatan yang berkulit putih ketika menyerahkan piala kejuaraan dunia tahun 1995, padahal dulunya olah raga tersebut bisa dikatakan eksklusif untuk orang kulit putih di Afrika Selatan. Moment tersebut menjadi moment yang tidak terlupakan dalam sejarah olah raga dan kemanusiaan sampai saat ini. Namun dari sekian banyak jenis olah raga yang ada di muka bumi, rasanya cuma sepak bolalah yang memiliki jumlah penggemar cukup merata di seluruh negara dan berbagai golongan dan sangat mampu membuat perbedaan di dunia. Lihat saja kondisi saat Piala Dunia berlangsung, rasanya tidak ada hari tanpa nonton bola!

Lewat sepak bola kita dapat melihat dan melatih mental pemainnya. Dengan demikian, secara tidak langsung kita dapat membangun karakter yang positif di tengah-tengah para pemain. Hal tersebut otomatis berdampak dalam kehidupan sehari-hari pemain di luar lapangan hijau, misalnya saja sifat sportif dan kerja tim yang solid. Berbagai klub sepak bola besar dunia bermula dari adanya pelayanan gereja yang tergerak melihat banyak anak-anak sekitar gereja yang senang bermain sepak bola namun tidak memiliki wadah untuk menampung bakatnya. Banyak pelayanan tersebut yang akhirnya berubah menjadi klub sepak bola profesional dunia dan mampu mengubah hidup orang-orang di dalamnya menjadi sukses.

Lewat sharing tersebut diharapkan pemuda bisa kreatif untuk melayani dan mengubah hidup sesama menjadi lebih baik, tidak hanya menyimpan kebaikan Tuhan untuk diri sendiri tapi menyalurkannya untuk banyak orang. Kegiatannya bisa saja di luar sepak bola, namun yang pasti jangan lupa untuk membawa semuanya untuk Tuhan dan bukan hanya untuk sekedar bersenang-senang. Dengan memiliki kecintaan kepada Tuhan tentu pelayanan bisa terasa menyenangkan, karena di balik semua kerja keras yang harus dilakukan ada tujuan akhir yang layak untuk dikejar. All for JC! :)

Senin, 26 April 2010

HOW CLOSE CAN YOU GO?



Ada yang pernah nonton The Interpreter (Nicole Kidman, Sean Penn)? Di situ ada dialog yang menceritakan bahwa salah satu suku di Afrika punya kebiasaan untuk ‘mengadili dan memberi hukuman’ kepada pelaku pembunuhan dengan cara mengikatkannya di suatu kapal, yang nantinya ditenggelamkan di danau/laut. Kematian si pelaku pembunuhan itu tentunya terjadi secara perlahan-lahan dan dapat dilihat oleh keluarga korban. Kemudian keluarga korban diizinkan untuk memutuskan apakah akan menolong pelaku pembunuhan tersebut atau tidak. Ketika si keluarga korban memutuskan untuk menyelamatkan si pembunuh, bisa dibilang bahwa mereka sebenarnya menyelamatkan kehidupan mereka sendiri. Soalnya kalau tidak, itu berarti mereka membiarkan kedukaan membunuh mereka pelan-pelan. Bagi Sylvia (Nicole Kidman) yang keluarganya terbunuh, balas dendam bukanlah jawaban yang tepat karena itu sama saja dengan bunuh diri. Baginya, pembalasan dendam berarti mengizinkan kedukaan menguasai hidup sampai selamanya, dan hal itu lebih mematikan daripada kematian itu sendiri... P.S…maaph kalau gak persis2 amat dgn filmnya…agak lupa ingatan. Hahahaa :D


Di bulan April ini, KP masih mengangkat tema persekutuan yang berkaitan dengan Paskah. Dalam Youth CS yang diadakan Kamis, 25 April lalu, tema yang diangkat adalah How Close Can You Go? Teman-teman semua pasti ingat ada perumpamaan di Alkitab tentang seorang hamba yang dibebaskan dari hutang oleh tuannya, namun dia tidak mau membebaskan temannya dari hutang. Padahal jumlah hutangnya kepada tuannya jauh lebih besar daripada jumlah hutang temannya. Ketika para murid mendengar hal itu, mereka bertanya, “Berapa kali kita harus mengampuni?”. Jawab Yesus: 70x7 kali…Jawaban Yesus itu sekali lagi memperlihatkan kebiasaan Yesus yang gak menjawab langsung, tapi ‘muter-muter’, soalnya arti dari 70x7 itu bukan eksak, namun perlambang bahwa pengampunan harus tanpa akhir. Kalau dalam dunia pendidikan, ‘puter-puter’-nya Tuhan Yesus ibaratnya ngasih kail bukan ikan supaya orang yang bertanya bisa ikutan menalar dan memahami, gak cuma nelen bulet2 suatu jawaban.


Perenungan selanjutnya…pernahkah terpikir kenapa Tuhan memilih bangsa Israel yang di tanah Kanaan untuk menjadi umat pilihannya? Padahal dari dulu sampai sekarang kita bisa lihat bahwa bangsa Israel itu susah diatur, udah dibantuin Tuhan pun masih gak tau terima kasih bahkan bisa dibilang terkadang mencoreng nama Tuhan, dll dll… Hmmm, dalam logika manusia biasa, itu bukan kualitas pertama bangsa terpilih tuh! Dalam sejarahnya, Tanah Kanaan sendiri merupakan area lalu lintas antarnegara di Timur Tengah. Tampaknya Tuhan memilih bangsa Israel menjadi umat pilihan supaya jadi contoh dan dilihat banyak bangsa; bahwa tanpa adanya raja (secara politik) atau dewa/berhala yang terlihat secara kasat mata, namun penyertaan Tuhan tetap ada dan bangsa tersebut bisa jadi teladan bagi banyak bangsa. Bahkan dengan kehadiran Mesias, kehidupan akan lebih baik walau kondisi dunia makin semrawut. Kenapa? Karena ada yang menyelamatkan dari maut, menghapus dosa, dan menyegarkan batin umat manusia. Hal ini jauh lebih berharga daripada sekedar kebebasan dari penjajahan Romawi atau kemiskinan…


Nah, orang Kristen kondisinya sama dengan orang Israel; udah banyak berkat dan anugerah tapi kadang menyia-nyiakannya. Padahal seharusnya orang yang sudah diberi anugerah Tuhan jangan sampai jadi sombong dan menyia-nyiakan anugerah tersebut. Misalnya aja, gak ada peraturan yang melarang penggunaan celana pendek bagi kaum wanita. Tapi dari ayat-ayat yang ada di Alkitab, tentu kita bisa menyimpulkan bahwa mbok ya cewe-cewe jangan pake hot pants, dan berpakaian kudu sopan biar tidak mengganggu konsentrasi atau bahkan ‘pergolakan hormon’ bagi orang-orang yang liat (terutama pria hehehee…). Lagipula, apa kesan yang ditimbulkan pada benak teman-teman kita yang beragama lain, jika melihat hal tersebut banyak terjadi di kalangan orang Kristen, bahkan ketika ke gereja pun ada yang datang dengan berpakaian seperti itu? Atau dalam konteks tema persekutuan ini; walau Tuhan sudah menyelamatkan dan menghapus dosa-dosa kita, janganlah anggep enteng dosa-dosa yang kita lakukan. Soalnya, walau Tuhan sudah mengampuni dosa-dosa kita, pahamilah bahwa tiap dosa itu mengganggu relasi kita dengan Tuhan bahkan sesama. Bisa dibilang, semakin banyak dosa kita, maka semakin sakitlah hati Tuhan dan sesama kita. Apakah begitu cara kita memperlakukan orang yang mengasihi kita?


Walau begitu, jangan juga sampai itung-itungan kesalahan orang lain karena Tuhan saja mau mengampuni SEMUA umat manusia. Tuhan saja mau memperbaiki hubungan dengan manusia yang berdosa (padahal yang salahnya kita, bukan Tuhan). Tuhan saja ‘rela’ disakiti hatinya oleh manusia yang kadang gak tahu diri. Begitulah kesetiaan Tuhan! Nah, bagaimana dengan kita? How close can you go…nearer to your friends, and even your ‘enemy’?


Pembicara: Pnt. S. Iwan Gunawan // MC: Meta // Pemusik: Daniel A.K., Tobi // Tuan Rumah: Nadine dan Lody // Jemaat: 18 orang (Bella, Dewa, Emmy, Icat, Jaya, JP, Kevin, Kurnia, Nelda, Novi, Olin, Rani, Ray, Robbie, Samuel, Upay, Xanno, Yayu).

[be]

artikel ini merupakan rangkuman persekutuan Youth CS yang dibawakan pembicara, ditambah contoh kasus/ilustrasi yang mendukung dari pengarang

Kamis, 04 Februari 2010

NONTON BARENG 500 DAYS WITH SUMMER


Apa jadinya jika seorang pria mengharapkan cinta seorang perempuan yang ternyata hanya menganggapnya sebagai teman biasa, padahal mereka berdua sudah melakukan banyak hal bersama seperti layaknya sepasang kekasih? Apakah itu membuat mereka semakin percaya akan cinta sejati, atau sebaliknya? Itulah isi film 500 Days of Summer, sebuah film cinta yang mengisahkan ironi dalam cinta. Satu hal yang pasti, film ini bukan film cinta biasa. Dengan pemilihan lagu-lagu yang cenderung indie, tampilan sinematografis yang ‘nyeni’, plus cara penuturan kisah yang menggunakan alur maju-mundur, film ini layak ditonton di rumah (bagi teman-teman yang belum menontonnya bersama di YOUTH CS 4 Februari 2010).

Banyak pelajaran bermakna tentang cinta yang dapat didiskusikan dari film ini. Misalnya saja mengenai cinta kita kepada Tuhan: apakah selama ini kita pernah merindukan dan mencintai Tuhan sama seperti ketika kita sedang jatuh cinta kepada kecengan atau pacar kita? Tuhan mau kita memiliki perasaan tersebut kepada-Nya, jangan sampai kita mencintai seseorang melebihi cinta kita kepada Tuhan. Seperti lagu Robert and Lea: Deeper in love with You. Kemudian, ketika kita sedang down karena patah hati, itu adalah hal yang wajar. Namun jangan sampai lupa untuk bangkit lagi dari keterpurukan. Selain itu, saat kita sedang jatuh cinta tetap perlu aware akan segala hal yang terjadi, jangan sampai saking kasmarannya sehingga akal sehat diabaikan dan memaksakan diri untuk hubungan yang tidak jelas arahnya. Ketika kita mengharapkan sesuatu terhadap orang yang kita sukai, jangan berlebihan supaya jika terjadi hal yang tidak diinginkan, kita tidak terlalu kecewa. Hehehehe...

Nah, sekian liputan kali ini. Ditunggu ya kehadirannya di acara-acara pemuda selanjutnya! :)
[be]

Jumat, 21 Agustus 2009

MERANTAU (alias merana kalo kata epi:D)


BUAT YANG BELUM TAU RANGKUMANNYA:
Di Minangkabau, Sumatra Barat, Merantau adalah tradisi yang harus dijalankan setiap anak laki-laki. Yuda (Iko Uwais), pesilat Harimau handal, dalam persiapan akhir untuk memulai perantauannya. Ia harus meninggalkan keluarganya, ibu tercinta, Wulan (Christine Hakim), dan udanya, Yayan (Donny Alamsyah), kenyamanan dan keindahan kampung halamannya, dan membuat nama untuk dirinya di keserabutan kota Jakarta.

Nasib mempertemukan Yuda dengan yatim piatu Adit (Yusuf Aulia) dan kakaknya, Astri (Sisca Jessica), yang akan menjadi korban organisasi ilegal human trafficking. Organisasi yang memperlakukan manusia seperti barang ini dipimpin seorang Eropa berhati batu, Ratger (Mads Koudal) dan tangan kanannya Luc (Laurent Buson). Ketika terluka dalam perkelahian antara Johni (Alex Abbad), para tukang pukulnya dan Yuda, Ratger bersikeras mencari Astri, atau “barangnya”, yang berhasil di selamatkan dan ingin pembalasan berdarah setimpal.

Perkenalan Yuda dengan kota serabutan ini seperti api yang menyulut ketika situasi memaksanya untuk melarikan diri bersama Astri dan Adit dari kejaran mucikari dan preman-preman yang menguasai malam, menggerayangi setiap jalanan, dan mengejar setiap langkah mereka. Dengan kebebasan hampir di tangan mereka, Yuda tidak mempunyai pilihan selain melawan orang-orang yang menyerangnya dengan adrenalin tinggi dalam runtunan action yang belum pernah dipersembahkan sebelumnya di layar lebar Indonesia.

Jenis Film :
Action - Dewasa (adult)
Produser :
Ario Sagantoro
Produksi :
Merantau Films
Homepage :
Merantau
Durasi :
135

COMMENT:
Kamis, 20 Agustus kemaren gw baru nonton Merantau bareng 13 temen2 gereja...Awalnya mau nonton Merantau karena pertama, Christine Hakim yang maen, jadi jaminan mutu lha ya...Kedua, karena denger2 actionnya keren...beda ama film2 Indonesia lainnya deh. Kalo kata yang udah nonton siy overall bagus, walau porsi dramanya lebih sedikit dan standar dibanding actionnya. Makanya jadi penasaran dwehh...

Kalo dari segi action, berhubung gw gak terlalu suka film action jadi gak terlalu doyan. Tapi buat si Depni yang demen film action, buat dia sejauh ini film Merantau paling ok dibanding film2 Indonesia lainnya. Tapi keliatanlah bahwa koreografi perkelahiannya niat, layak tonton (walau banyak efek yang berlebihan dan cukup sadistis...). Ada dua scene perkelahian yang keren banget, ditambah after effectnya yang ok lah. Yang satu: adegan yang bambu (di trailer ada). Pengambilan gambarnya bagus pas si lawan jatuh..beda lah ama film2 Indonesia yang biasa. Terus yang waktu ngelumpuhin musuh bermotor. Hahahahaha..... Indonesia banget dah! :D

Hal2 yang ngeganggu: ada juga hal2 kecil yang kelewat dan rada konyol, misal pas si bule ditakol sama si bule yang satu lagi ampe bocor kepalanya...konyol banget kan? Napa gak ke rumah sakit langsung sih? Mati gaya banget berdiri sambil menanti darah mengucur? Anehnya, di scene berikutnya gak keliatan bahwa kepalanya pernah kena luka serius, sementara bule yang satu lagi masih ada bekas luka di mana2..bloopers! Terus si Astri yang selalu pake makian2 yang sama pas diculik (asa dengerin rekaman diulang2 mulu...). Ngeganggu buanget! Apa gak ada kata2 lain yang memperlihatkan emosi? Oia...dan setting klub malemnya rada kurang maksimal, makin keliatan lagi pas ada meja kantor satu beserta Alex Abbad (adegan menjelang terakhir2)...Hahaha...dasa
r desain interior!:P

Dari segi drama, kayaknya kalo ini diperbanyak porsinya mungkin film ini akan lebih menyentuh dan menginspirasi. Soalnya ending film ini sebenernya ok banget, karena cukup tak terduga (pemeran utama *a*i..haha..spoiler), dan adegan Christine Hakim yang inget lagi ama anaknya waktu liat Adit it's soo touchy...Gak perlu pake banyak kata2 aja udah cukup menghanyutkan. Dengan ending seperti ini rasanya ada satu hal menarik yang akhirnya bisa diambil (setelah kita kecapean ngeliat action brutal sebelumnya): gak selamanya orang baik mendapatkan hasil yang baik, bahkan kadang bisa sama buruknya ato bahkan bisa lebih buruk dibanding orang lain yang gak baik. Tapi bedanya, orang baik bisa memberi berkat buat orang lain di sekitarnya, bahkan jauh setelah dia gak ada...THE END ^^