Halo teman-teman... masih demam FB nih jadi blog tidak terurus hehehe... Sebtu-Senin 14-16 Mei 2011 yang lalu pemuda GKI Taman Cibunut gabung bareng pemuda GPBB Bukit Batok Singapura untuk mengadakan kamp "Daniel Sent to Stand and Shine" di Wisma Shalom, Lembang. Acaranya seru-seru dan menginspirasi kami yang muda ini untuk belajar dan mau jadi Daniel-Daniel muda yang dipakai Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Kami belajar untuk jadi Daniel muda yang punya integritas dalam pekerjaan,
kami belajar untuk jadi Daniel muda yang punya pandangan hidup sesuai dengan maunya Tuhan,
dan kami belajar untuk mempraktekkan semua pengetahuan rohani yang kami dapat dalam kehidupan sehari-hari.
Intip foto-foto dan video seru kami pas di kamp itu dalam fanpage FB ini:
http://www.facebook.com/home.php#!/pages/Kamp-Pemuda-2011-Gabungan-GPBB-dan-GKI-Taman-Cibunut-Bandung/105608672833571
Fellow News adalah media informasi dan komunikasi Komisi Pemuda GKI Taman Cibunut, Bandung yang bertujuan meningkatkan wawasan umum maupun rohani pemuda, khususnya bagi jemaat pemuda GKI Taman Cibunut. Setelah lama hibernasi, kini Fellow News hadir tidak lagi lewat media cetak namun lewat media elektronik ini. Selamat menikmati! GBU...
Jumat, 27 Mei 2011
Sabtu, 25 Desember 2010
SELAMAT HARI NATAL!

Selamat hari Natal semua! Selamat berlibur!
Kiranya pesan Natal di dalam perayaan Natal Remaja Pemuda 18 Desember lalu masih kita pegang untuk menjalani akhir tahun 2010 dan menuju 2011 nanti...yaitu menjadi pemuda yang tidak hanya BERPIKIR dan BERKOMITMEN untuk berubah, namun sekaligus MELAKUKAN perubahan (HEAD, HEART, AND HAND) untuk memperbaiki relasi dengan Tuhan, sesama, dan alam. Percayalah Tuhan akan memampukan, karena Dia pun pernah merasakannya pada saat menjadi Anak Manusia, dan Dia bisa!
"Be recycled, be different, and change our world!"
Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Kamis, 18 November 2010
MEMPRIORITASKAN TUHAN
Di dalam kehidupan, kita sering dihadapkan pada penentuan prioritas tertentu. Pernahkah kita merenungkan Tuhan ada di prioritas ke berapa dalam hidup kita? Itulah pokok renungan yang dibagikan oleh Sdri. Vonny berjudul “Memprioritaskan Tuhan” pada pelayanan KP kita di PPC Wyata Guna. Secara teori, memprioritaskan Tuhan sering kita dengar. Tapi dalam prakteknya, terkadang kita lebih memikirkan untung-ruginya memprioritaskan Tuhan, bukan? Keinginan untuk mengejar cita-cita, materi, ataupun cinta terkadang melebihi keinginan dan usaha kita mengenal dan mengikuti kehendak Tuhan. Kenapa? Karena hal-hal tadi memberikan ‘keuntungan’ yang lebih cepat didapatkan dibanding kalau kita mengikut Tuhan.
Tuhan tidak melarang kita untuk sukses di berbagai bidang, Tuhan tidak menuntut kita menjadi Mr./Ms. Perfect terlebih dahulu sebelum mengejar cita-cita, materi, atau cinta. Tapi Dia ingin kita mencari kehendak Tuhan terlebih dahulu agar dapat melakukan dan mengejar hal yang tepat dalam hidup kita. Segala hal di luar Tuhan bisa hilang lenyap tidak berbekas kalau Tuhan berkehendak. Tapi jika kita memprioritaskan Tuhan dalam hidup kita, pasti Tuhan akan menyediakan yang kita butuhkan tepat pada waktunya.
Sebagai ilustrasi, jika Tuhan diibaratkan sebagai angka 1 sementara hal-hal lain diibaratkan sebagai angka 0, maka apabila Tuhan diutamakan (=angka 1 ditaruh di depan), maka apapun yang ditaruh di belakangnya (=angka 0) akan menjadi bernilai (10 atau 1000, dst). Namun apabila kebalikannya, maka angka-angka tersebut tidak akan bertambah nilainya (01 atau 0,001, dst). Demikian pula hidup kita; jika kita memprioritaskan Tuhan maka kehidupan kita akan jauh lebih bermakna. Memang hal itu tidak mudah untuk dilakukan, bahkan tantangannya jauh lebih banyak dibandingkan kalau kita memprioritaskan hal lain. Namun pilihan ada di tangan kita; mau jadi orang yang punya hidup lebih bermakna, atau cuma sekedar ‘numpang nafas’?
Nah, bagi rekan-rekan pemuda yang sudah bekerja, jangan lupa Jumat 19 November 2010 Pkl. 18.30 ada Totumi Prospek di Ruang Sekolah Minggu. Di situ kita akan belajar juga untuk memprioritaskan Tuhan di tengah kesibukan pekerjaan dan pergumulan hidup kita. Semoga renungan ini berguna, Tuhan memberkati...:) [be]
Tuhan tidak melarang kita untuk sukses di berbagai bidang, Tuhan tidak menuntut kita menjadi Mr./Ms. Perfect terlebih dahulu sebelum mengejar cita-cita, materi, atau cinta. Tapi Dia ingin kita mencari kehendak Tuhan terlebih dahulu agar dapat melakukan dan mengejar hal yang tepat dalam hidup kita. Segala hal di luar Tuhan bisa hilang lenyap tidak berbekas kalau Tuhan berkehendak. Tapi jika kita memprioritaskan Tuhan dalam hidup kita, pasti Tuhan akan menyediakan yang kita butuhkan tepat pada waktunya.
Sebagai ilustrasi, jika Tuhan diibaratkan sebagai angka 1 sementara hal-hal lain diibaratkan sebagai angka 0, maka apabila Tuhan diutamakan (=angka 1 ditaruh di depan), maka apapun yang ditaruh di belakangnya (=angka 0) akan menjadi bernilai (10 atau 1000, dst). Namun apabila kebalikannya, maka angka-angka tersebut tidak akan bertambah nilainya (01 atau 0,001, dst). Demikian pula hidup kita; jika kita memprioritaskan Tuhan maka kehidupan kita akan jauh lebih bermakna. Memang hal itu tidak mudah untuk dilakukan, bahkan tantangannya jauh lebih banyak dibandingkan kalau kita memprioritaskan hal lain. Namun pilihan ada di tangan kita; mau jadi orang yang punya hidup lebih bermakna, atau cuma sekedar ‘numpang nafas’?
Nah, bagi rekan-rekan pemuda yang sudah bekerja, jangan lupa Jumat 19 November 2010 Pkl. 18.30 ada Totumi Prospek di Ruang Sekolah Minggu. Di situ kita akan belajar juga untuk memprioritaskan Tuhan di tengah kesibukan pekerjaan dan pergumulan hidup kita. Semoga renungan ini berguna, Tuhan memberkati...:) [be]
Sabtu, 07 Agustus 2010
KPI
Kebaktian Penyegaran Iman yang dilaksanakan pada Minggu pertama setiap bulan ini tak lain merupakan kebaktian Umum 3 yang dipoles sedemikian rupa oleh kerjasama antara U1 MJ, KM, KK, dan tentu saja KP. Liturgi yang digunakan sebenarnya sama dengan liturgi kebaktian umum seperti biasa. Bagian yang kami sentuh adalah pada sisi lagu-lagu yang dinyanyikan, gubahan musik pengiring, hadirnya seorang Liturgos yang memandu jemaat dalam ibadah, serta mungkin persembahan pujian dari VG atau Choir Cibunut bahkan dari Gereja lain. Namun bila pada Minggu yang bersangkutan diadakan liturgi khusus, seperti Perjamuan Kudus, Minggu Advent, Pra-Paskah, atau lainnya, KPI ini akan ditiadakan dan ibadah akan mengikuti liturgi yang telah ditetapkan.
KP sangat berharap dengan dilaksanakan KPI ini, semakin banyak jiwa muda yang terpanggil untuk datang ke kebaktian Minggu dan dapat menikmati hadirat Tuhan sehingga imannya disegarkan kembali. Selain itu, persekutuan di antara pemuda pun diharapkan dapat semakin akrab dan lebih memperhatikan satu sama lain. Lalu mengapa tidak diadakan kebaktian terpisah khusus bagi pemuda? Hmm... bukan ‘tidak’, tetapi ‘belum’. Saat ini masih dirasakan beberapa kendala, seperti kekurangan SDM, mencari waktu yang tepat, dsb. Karena itu sangat dimohon dukungan dari jemaat sekalian, baik dalam doa, ide, maupun tenaga untuk mendukung KP melaksanakan kebaktian Minggu yang lebih baik.
Foto: Kevin (Ketua KP GKI TC) dan Yugo (Ketua KP GPIB Bethel) pada KPI Minggu, 2 Mei 2010
YOUTH WITH OTHERS: Why Football?

Pada hari Minggu 6 Juni 2010 yang lalu, demam piala dunia mulai merebak di gereja kita. Sebuah tim yang bergerak dalam kegiatan sepak bola berbagi cerita kepada para pemuda di Cibunut mengenai sepak bola yang bisa mengubah dunia. Acara ini dihadiri juga oleh pemuda GPIB Maranatha dan GPIB Bethel (sayangnya tim sepak bola Cibunut malah gak dateng…kamarana yeuh??). Olah raga selama ini sering menjadi alat pemersatu bagi berbagai pihak yang bertikai, bahkan orang yang tidak kenal satu sama lain pun bisa saling kenal dan suportif cuma gara-gara mendukung sebuah tim yang sama. Di Afrika Selatan, perlambang kuatnya apartheid semakin luntur sejak Nelson Mandela menggunakan seragam kapten tim rugby Afrika Selatan yang berkulit putih ketika menyerahkan piala kejuaraan dunia tahun 1995, padahal dulunya olah raga tersebut bisa dikatakan eksklusif untuk orang kulit putih di Afrika Selatan. Moment tersebut menjadi moment yang tidak terlupakan dalam sejarah olah raga dan kemanusiaan sampai saat ini. Namun dari sekian banyak jenis olah raga yang ada di muka bumi, rasanya cuma sepak bolalah yang memiliki jumlah penggemar cukup merata di seluruh negara dan berbagai golongan dan sangat mampu membuat perbedaan di dunia. Lihat saja kondisi saat Piala Dunia berlangsung, rasanya tidak ada hari tanpa nonton bola!
Lewat sepak bola kita dapat melihat dan melatih mental pemainnya. Dengan demikian, secara tidak langsung kita dapat membangun karakter yang positif di tengah-tengah para pemain. Hal tersebut otomatis berdampak dalam kehidupan sehari-hari pemain di luar lapangan hijau, misalnya saja sifat sportif dan kerja tim yang solid. Berbagai klub sepak bola besar dunia bermula dari adanya pelayanan gereja yang tergerak melihat banyak anak-anak sekitar gereja yang senang bermain sepak bola namun tidak memiliki wadah untuk menampung bakatnya. Banyak pelayanan tersebut yang akhirnya berubah menjadi klub sepak bola profesional dunia dan mampu mengubah hidup orang-orang di dalamnya menjadi sukses.
Lewat sharing tersebut diharapkan pemuda bisa kreatif untuk melayani dan mengubah hidup sesama menjadi lebih baik, tidak hanya menyimpan kebaikan Tuhan untuk diri sendiri tapi menyalurkannya untuk banyak orang. Kegiatannya bisa saja di luar sepak bola, namun yang pasti jangan lupa untuk membawa semuanya untuk Tuhan dan bukan hanya untuk sekedar bersenang-senang. Dengan memiliki kecintaan kepada Tuhan tentu pelayanan bisa terasa menyenangkan, karena di balik semua kerja keras yang harus dilakukan ada tujuan akhir yang layak untuk dikejar. All for JC! :)
Senin, 02 Agustus 2010
BICARA SOAL KEBENARAN
Renungan Fellow News Selasa 29 Juni 2010...
"The truth may upset you at first but it will ultimately set you free (kebenaran mungkin awalnya akan membuat Anda kecewa, namun pada akhirnya akan membebaskan Anda)" .-A.R. Bernard-
Kadang kebenaran tidak mudah diucapkan, dan ketika diucapkan kadang mengganggu kenyamanan hidup kita. Namun jika kita berani mengungkapkan kebenaran, pada akhirnya hal tersebut akan membuat hidup lebih baik. Bayangkan saja apabila pada zaman Nazi orang-orang Kristen berani bersuara untuk menentang Holocaust, tentu dunia akan berbeda (walau bisa jadi orang-orang Kristen malah jadi sasaran pembantaian selain orang-orang Yahudi dan kaum terbuang lainnya! Only God knows...).
Nah, kalau yang lagi aktual di Indonesia saat ini, akhir2 ini FPI makin bikin resah ya? Hukum pun gak dianggep sama mereka. Misalnya anggota DPR diusir FPI saat bertemu korban Orba/bekas PKI, atau patung mojang yang akhirnya dibongkar karena dianggap lambang trinitas.
Silakan baca beritanya di: http://www.terangdunia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=713%3Adituduh-lambang-trinitas-patung-tiga-mojang-harus-dibongkar&catid=49%3Anusantara&Itemid=74
Silakan baca komentar pematungnya di: http://oase.kompas.com/read/2010/06/21/01200467/Nyoman.Nuarta.Dapat.Dukungan.Cucu-5
"The truth may upset you at first but it will ultimately set you free (kebenaran mungkin awalnya akan membuat Anda kecewa, namun pada akhirnya akan membebaskan Anda)" .-A.R. Bernard-
Kadang kebenaran tidak mudah diucapkan, dan ketika diucapkan kadang mengganggu kenyamanan hidup kita. Namun jika kita berani mengungkapkan kebenaran, pada akhirnya hal tersebut akan membuat hidup lebih baik. Bayangkan saja apabila pada zaman Nazi orang-orang Kristen berani bersuara untuk menentang Holocaust, tentu dunia akan berbeda (walau bisa jadi orang-orang Kristen malah jadi sasaran pembantaian selain orang-orang Yahudi dan kaum terbuang lainnya! Only God knows...).
Nah, kalau yang lagi aktual di Indonesia saat ini, akhir2 ini FPI makin bikin resah ya? Hukum pun gak dianggep sama mereka. Misalnya anggota DPR diusir FPI saat bertemu korban Orba/bekas PKI, atau patung mojang yang akhirnya dibongkar karena dianggap lambang trinitas.
Silakan baca beritanya di: http://www.terangdunia.com/index.php?option=com_content&view=article&id=713%3Adituduh-lambang-trinitas-patung-tiga-mojang-harus-dibongkar&catid=49%3Anusantara&Itemid=74
Silakan baca komentar pematungnya di: http://oase.kompas.com/read/2010/06/21/01200467/Nyoman.Nuarta.Dapat.Dukungan.Cucu-5
UKURAN KEHEBATAN MANUSIA
Renungan Fellow News Minggu, 18 Juli 2010
Manusia sering mengukur dirinya dengan mengukur potensi dirinya, prestasi hidupnya, pokoknya sesuatu yang membanggakan. Tapi Alkitab sering mengingatkan manusia untuk menjadi orang yang bisa menguasai dirinya sendiri, karena kedagingan (emosi, nafsu, dsb) adalah hal yang sulit ditaklukkan oleh siapapun--termasuk orang yang selama ini kita anggap hebat atau berprestasi.
Amsal 16:32 berbunyi: "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota." Jadi, mulailah dari memenangkan pertempuran terhadap diri sendiri, mulailah dengan menyerahkan semua kebanggaan diri ke tangan Tuhan. Itulah ukuran kehebatan manusia! Selamat menjalani minggu ini yaa.. [be]
Manusia sering mengukur dirinya dengan mengukur potensi dirinya, prestasi hidupnya, pokoknya sesuatu yang membanggakan. Tapi Alkitab sering mengingatkan manusia untuk menjadi orang yang bisa menguasai dirinya sendiri, karena kedagingan (emosi, nafsu, dsb) adalah hal yang sulit ditaklukkan oleh siapapun--termasuk orang yang selama ini kita anggap hebat atau berprestasi.
Amsal 16:32 berbunyi: "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota." Jadi, mulailah dari memenangkan pertempuran terhadap diri sendiri, mulailah dengan menyerahkan semua kebanggaan diri ke tangan Tuhan. Itulah ukuran kehebatan manusia! Selamat menjalani minggu ini yaa.. [be]
Langganan:
Postingan (Atom)